Minggu, 18 November 2012

Perpustakaan Sebagai Media









 Oleh: Mahmudi Sofyan




A.  Definisi Perpustakaan

Perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti buku. Perpustakaan berarti kumpulan buku atau bahan bacaan lainnya. Dalam bahasa Inggris, perpustakaan diterjemahkan sebagai library, berasal dari bahasa Romawi librarium yang terdiri dari kata liber yang berarti buku, dan armarium yang berarti lemari. Jadi, library berarti lemari sebagai tempat buku. Dalam pengertian tradisional, perpustakaan berarti koleksi buku atau majalah. Tetapi, dalam perkembangannya kemudian, perpustakan dipahami sebagai tempat untuk mengakses berbagai informasi dalam segala format.

B.  Tujuan Perpustakaan

Tujuan perpustakaan dimaksudkan sebagai sarana untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan, dorongan, dan jasa pelayanan perpustakaan sehingga mereka:
  1. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan
  2. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik
  3. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik
  4. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
  5. Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya
  6. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa
  7. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

C.  Fungsi Perpustakaan

Menurut Drajat, setidaknya terdapat lima fungsi dari perpustakaan. Pertama, merupakan sumber segala informasi. Kedua, merupakan fasilitas pendidikan nonformal, khususnya bagi anggota masyarakat yang tidak sempat mendapatkan kesempatan pendidikan formal. Ketiga, sarana atau tempat pengembangan seni budaya bangsa, melalui buku atau majalah. Keempat, karena keragaman bahan bacaan yang disimpannya, perpustakaan sekaligus memberikan hiburan bagi pembacanya. Dan kelima, merupakan penunjang yang penting artinya bagi suatu riset ilmiah, sebagai bahan acuan atau referensi.

D.  Jenis Perpustakaan

Jenis-jenis perpustakaan dapat dikategorikan menjadi lima kategori yang didasarkan pada karakteristik, lokasi, dan pemakaiannya. Namun, secara umum perpustakaan dapat dibedakan menjadi perpustakaan nasional, perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan perguruan tinggi.

E.   Cara Penggunaan Perpustakaan

a.      Pengorganisasian sumber informasi

Pengorganisaian dimaksudkan untuk memungkinkan informasi atau pengetahuan dapat ditemukan kembali pada kesempatan kemudian. Dalam mengorganisasikan pengetahuan, pustakawan dan pekerja informasi menciptakan berbagai alat atau perkakas yang, secara tradisional, berupa katalog, bibliografi dan indeks tercetak; sementara secara modern berupa pangkalan data (database) komputer dan indeksnya baik yang dapat diakses secara online maupun yang terekam dalam CD-ROM.
Untuk menghasilkan katalog, bibliografi, indeks tercetak dan pangkalan data, pustakawan melakukan proses pengatalogan (cataloguing) termasuk di dalamnya kegiatan penggolongan (classification) yang berarti pengelompokan dokumen sehingga dokumen yang mempunyai ciri-ciri dan sifat yang sama akan berdekatan letaknya. Untuk melalukan pekerjaan ini, pustakawan biasanya menggunakan daftar tabel, baik yang sudah umum digunakan seperti DDC (Dewey Decimal Classification), UDC (Universal Decimal Classification), dan LC (Library of Congress) maupun yang diciptakan sendiri oleh perpustakaan.

b.      Tata letak dan pengelompokan koleksi perpustakaan

Pengelompokan koleksi perpustakaan biasanya merupakan pengelompokan menurut data yang berupa: (1) referensi yang terdiri dari bahan-bahan yang memuat informasi ringkas tentang sesuatu hal seperti kamus, ensiklopedi, buku pegangan, buku tahunan, peraturan perundang-undangan dsb. Dan biasanya bahan-bahan jenis ini hanya untuk dipergunakan di dalam ruang Perpustakaan, tidak dipinjamkan keluar; (2) buku teks dan jurnal; (3) koleksi pinjam singkat; (4) mikrofis; (5) audio visual; dan (6) CD-ROM.

c.       Layanan

Perpustakaan menyediakan berbagai layanan kepada pengguna, antara lain: rujukan dan informasi, layanan pengiriman dokumen (document delivery service), katalog online, bantuan pengguna, sirkulasi, layanan digital, pendidikan pemakai, pemilihan/pengadaan bahan, dan fotocoppy.

d.      Penelusuran koleksi

Penelusuran adalah mencari bahan pustaka atau dokumen yang diperlukan di dan melalui perpustakaan. Menelusuri bahan pustaka dapat dilakukan dengan cara penelusuran internal dan eksternal. Penelusuran internal adalah menelusuri bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan. Sedangkan penelusuran eksternal adalah menelusuri bahan pustaka yang berada di luar perpustakaan.

F.   Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar

Dalam batas-batas tertentu manusia dapat belajar dengan sendiri dan mandiri tanpa bantuan orang lain. Namun dalam batas-batas tertentu pula, manusia memerlukan bantuan pihak lain. Hadirnya orang lain dalam pembelajaran dimaksudkan agar belajar menjadi lebih mudah, lebih efektif, lebih efisien dan mengarah pada tujuan. Upaya inilah yang dimaksud dengan pembelajaran. Pembelajaran yang baik tidak menjamin prestasi yang baik, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar, di antaranya adalah peserta didik itu sendiri.
Hakekatnya pembelajaran secara umum sebagai upaya yang tujuannya adalah membantu orang belajar. Peristiwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar yang diatur oleh guru. Dalam interaksi pembelajaran tersebut, setiap peserta didik diperlakukan sebagai manusia yang bermartabat, yang minat dan potensinya perlu diwujudkan secara optimal.
Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar.
Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya, yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi. Padahal dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah.
Misalkan, bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas, yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas, mainan, kotak pembungkus, bekas kemasan sering luput dari perhatian kita. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga.
Perpustakaan  juga dapat dijadikan sebagai bagian dari layanan dalam memenuhi minat baca peserta didik serta sebagai sumber belajar bagi peserta didik dengan menyediakan bahan-bahan bacaan atau koleksi bahan pustaka serta informasi lainnya. Dilihat dari sisi pelayanan, Perpustakaan masih belum dikelola secara profesional, dari sisi koleksi bahan pustaka, koleksi yang dimiliki masih belum lengkap ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan peserta didik, serta kemampuan pengelola belum sesuai standar. Pentingnya keberadaan perpustakaan  dalam menumbuhkan minat baca peserta didik, maka diperlukan perpustakaan yang dapat mengakomodir dan memfasilitasi kepentingan tersebut.
Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola, karena berperan untuk mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan, fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Untuk itu diperlukannya upaya dalam peningkatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu: (1) sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal, dan (2) sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
1.      Pesan: informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain; dapat berbentuk ide, fakta, makna dan data.
2.      Orang: orang yang bertindak sebagai penyimpan dan menyalurkan pesan antara lain: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
3.      Bahan: barang-barang yang berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan; kadang-kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian contohnya: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
4.      Alat/ perlengkapan: barang-barang yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada bahan misalnya: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya.
5.      Pendekatan/metode/teknik: prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang untuk menyampaikan pesan; misalnya: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya.
6.      Lingkungan/latar: lingkungan dimana pesan diterima oleh pelajar; misalnya: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.

Itu semua merupakan sumber belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi atau di perusahaan tempat kerja, harus ada upaya atau harus ada sekelompok orang dengan keahlian, tugas dan tanggung jawab tertentu yang mampu menyulap sedemikian rupa semua sumber belajar tersebut agar optimal untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu institusi yang “secara konseptual” dinamakan sebagai Pusat Sumber Belajar. Pusat Sumber Belajar ini, atau apapun namanya adalah sekelompok orang plus sekretariat (atau bangunan) yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan berbagai bentuk dan jensi sumber belajar, seperti disebutkan di atas, sedemikian rupa untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
Sumber belajar memiliki fungsi sebagai berikut: pertama, meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah. Kedua, memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. Ketiga, memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis dan pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. Keempat, lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan meningkatkan kemampuan sumber belajar dan penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit. Kelima, memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; dan (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. Keenam, memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
Dapat juga dikatakan fungsi sumber belajar adalah :
1.   Dapat memberi pengalaman belajar langsung dan kongkrit
2.   Memungkinkan sesuatu yang tidak bisa diadakan, dikunjungi, dilihat secara langsung.
3.   Menambah dan memperluas cakrawala sajian.
4.   Memberi informasi yang akurat dan terpadu.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa.
Suatu lembaga pendidikan tinggi tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para dosen dan para mahasiswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
Perpustakaan diartikan sebagai sebuah ruangan, atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.
Upaya untuk menghidupkan dan mengembangkan perpustakaan sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya tugas pengurus/anggota perpustakaan dan institusi terkait, melainkan kita semua karna intinya usaha bersama menjaga atau mengembangkan ilmu pengetahuan. Serta merevisi atau mengkaji ulang tujuan dari perpustakaan, untuk mengintensifkan perpustakaan menjadi pusat sumber belajar.
Untuk itu, perpustakaan perlu memiliki atau memberikan pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi yang menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya. Artinya memberikan pelayanan prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani penggunanya dengan prinsip people based service (layanan berbasis pengguna) dan service excellence (layanan unggul). Semua ini untuk memuaskan pengguna, meningkatkan loyalitas pengguna, serta meningkatkan jumlah pengguna.
Bukan hanya pemimpin tetapi semua pengelola atau pegawai perpustakaan harus berani menampilkan “wajah baru” atau “gerakan baru” dalam arti berani melakukan terobosan baru dan paradigma baru yaitu dapat mengubah persepsi masyarakat/akademis dari perpustakaan identik dengan buku menjadi perpustakaan identik dengan informasi.
Ketergantungan pada seorang pemimpin perlu ditinggalkan dan bergerak menciptakan kreatifitas atau inovasi yang sistematis. Pimpinan pusat (lembaga) tentunya membuka pintu yang lebar kepada semua bawahannya untuk menentukan kebijakan dalam menciptakan keratifitas untuk mengembangkan dan meningkatkan perpustakaan.Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hal ini untuk meningkatkan minat baca Peserta didik  dan menjadi perpustakaan yang mampu bersaing.
Sehubungan dengan ini kemampuan pustakawan, idealnya perlu adanya Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI yang terakreditasi sehingga dapat menetapkan sertifikasi untuk standar kompetensi tertentu bagi pustakawan Indonesia agar berdaya saing tinggi dan akreditasi perpustakaan.
Perpustakaan bukan hanya miliki satu lembaga melainkan milik kita semua. Setiap perpustakaan harus dapat memberikan pelayanan yang prima dan terbaik. Dalam pengelolaan dapat menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi dengan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Membuat hubungan dengan peserta didik yang ada di sekitar perpustakaan tersebut.
Untuk meningkatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar maka perpustakaan harus dapat melakasanakan tugasnya sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpusatakaan dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada serta memperbanyak sumber referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

G.  Perpustakaan sebagai pusat informasi dan inovasi

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, perpustakaan diharapkan mampu untuk bersaing dalam penyediaan informasi. Dewasa ini banyak sumber yang dapat menggeser peran perpustakaan antara lain dengan adanya internet yang dapat memanjakan para pencari informasi dengan akses yang cepat. Perlu kita ketahui, daya ingat manusia terbatas, keadaan seperti ini yang menguatkan keberadaan perpustakaan yang dapat mendokumentasikan informasi-informasi yang dibutuhkan. Dalam persaingan layanan perpustakan, tidak hanya dibutuhkan bangunan fisik dan aktifitas-aktifitas keilmuan dalam perpustakaan, tapi bagaimana kita menciptakan perpustakaan yang menjadi primadona para pemburu informasi.
Jika fungsi perpustakaan tidak mengimbangi perkembangan teknologi akan tergeser lambat tahun dengan internet. Solusi yang dapat kita ambil adalah bagaimana mewujudkan perpustakaan masa depan. Perpaduan perpustakaan terotomasi dan perpustakaan elektronik menjadi solusi mewujudkan perpustakaan masa depan.
Perpustakaan terotomasi teknik oprasionalnya menggunakan komputer dan bahan pustakanya menggunakan kertas. Kelebihannya yaitu data-data dapat didokumentasikan mengingat daya ingat manusia terbatas dan sewaktu-waktu bisa dibaca kembali. Kelemahannya adalah akses datanya kurang cepat, keadaan ini dapat didukung dengan perpustakaan elektronik yang mempunyai keunggulan bahan pustakanya adalah media elektronik yang akses datanya cepat. Perpaduan perpustakaan terotomasi dan elektronik akan menjadi menjadi sebuah perpustakaan yang apik.
Perpustakaan membutuhkan tenaga kerja yang dapat mendukung peran perpustakaan, salah satunya adalah pustakawan yang   mempunyai kompeten dalam bidangnya. Untuk menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, dibutuhakan keahlian soft skill, hard skills dan pendidikan profesi bagi pustakawan untuk meningkatkan profesionalitas pustakawan ini sebagai aplikasi dari kebijakan pemerintah dalam UU No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 31 ayat (1). Perpustakaan dalam negeri mempunyai peluang untuk lebih berkembang karena dari pemerintah pusat sudah mengeluarkan undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan dan peran semua lapisan masyarakat sebagai user.

Referensi:







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar